Artikel Pengajaran Sekolah Kehidupan (School of Life)

LS001161Freedom (Kemerdekaan)

Setiap insan manusia ingin hidupnya mengalami kemerdekaan (kebebasan). Pengertian dari kemerdekaan (kebebasan) itu sendiri memiliki makna yang berbeda-beda. Masing-masing orang dapat mengartikan makna kemerdekaan atau kebebasan menurut pemahamannya sendiri-sendiri
Biasanya kemerdekaan atau kebebasan menurut kebanyakan orang pada umumnya selalu dikaitkan dengan suatu kebutuhan dari masing-masing pihak.
Sebagai contoh saya mengenal seseorang yang mempunyai suatu masalah dalam hidupnya berkaitan dengan persoalan keuangan yaitu hutang. Maka keinginan yang terkuat dalam dirinya ingin mengalami kemerdekaan (kebebasan) dari masalah keuangan ini. Seluruh hidupnya, sikap dan tidak tanduknya mengupayakan bagaimana caranya dia berusaha untuk membebaskan dirinya dari hutang. Terlepas cara yang digunakan itu baik atau tidak baik bagi dirinya yang penting berusaha supaya bebas dari hutang. Ironisnya karena keadaan sudah sedemikian terjepit seringkali sikap dan langkah-langkah yang ditempuhnya bukan membebaskan hidupnya dari persoalan hutang tetapi semakin dalam terjerumus dalam masalah yang sama. Prinsip gali lubang tutup lubang bukanlah suatu jalan menuju kepada kemerdekaan. Ini hanya sebagian kecil dari contoh kehidupan manusia yang selalu ingin mengusahakan meraih kemerdekaan dalam hidupnya. Ia ingin bebas dari masalah.
Masih banyak contoh-contoh yang berkaitan dengan keingin kita untuk mengalami kemerdekaan (kebebasan) yang .hampir disetiap sisi hidup kita selalu diperhadapkan dengan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan kita. Jika bukan masalah keuangan, mungkin masalah rumah tangga (pasangan hidup), persoalan anak, sakit penyakit, dan masih banyak hal lagi. Kemerdekaan menjadi kebutuhan yang mendasar dalam setiap kehidupan manusia.
Sesuai dengan kodrat ilahi kita, bahwa sejak semula kita diciptakan sebagai manusia yang segambar dengan Allah, kita diberikan hak kebebasan untuk berkehendak. Namun seperti halnya Allah bebas menentukan apapun yang menjadi kehendak-NYA, tetapi DIA memiliki barometer ukuran kebebasan-NYA yaitu Firman yang DIA ucapkan sendiri. Dengan demikian kita harus juga memahami dan memaknai arti dari kebebasan atau kemerdekaan yang diberikan kepada kita. Bebas yang menjadi perkenanan sesuai kehendak Tuhan tidak sama dengan bebas yang menurut pemikiran kita. Kita mungkin berpikir bahwa bebas yang kita maksudkan itu bisa seperti yang saya sampaikan diatas. Atau bebas sebebas-sebasnya kita melakukan apa saja sesuai dengan keinginan kita.
Rancangan kita tidak sama dengan rangcangan Tuhan. Rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik bagi hidup kita. Namun seringkali kita tidak sadar bahwa rancangan Tuhan yang baik itu berlaku demikian dalam kehidupan kita. Sebab untuk Tuhan dapat mengerjakan rancangan-Nya dalam hidup kita, DIA akan menyingkirkan semua rancangan-rancangan kita yang kita anggap itu baik. Karena rencana kita sendiri itulah yang menjadi penghalang untuk Tuhan mengerjakan rancangan-NYA dalam hidup kita. Sejak manusia jatuh dalam dosa dan dikuasai dosa, terputuslah hubungan (fellowship) kita dengan Tuhan. Sejak itulah manusia hidup menurut kendali jiwanya. Pikiran, perasaan dan keinginan mendominasi hidup manusia. Manusia dikendalikan oleh pikirannya dan perasaannya seringkali mendominasi hidupnya. Jika sudah demikian kita akan menjadi pribadi yang sensitif dan cenderung negatif. Jiwanya selalu berkehendak mengikuti pikiran dan perasaannya itu. Saat seperti itulah kita hidup di luar kehendak Allah. Dampak yang terjadi rancangan Allah tidak dapat diwujudkan dalam hidup kita

“Sebab mereka yang menurut daging memikirkan hal-hal dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh . Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hokum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah”. Roma 8:5-8

Dengan demikian menjadi prioritas bagi Tuhan mengembalikan hubungan (fellowship) antara diri-NYA dengan diri kita sebagai manusia yang di ciptakan segambar dengan Allah. Segala sesuatu DIA upayakan untuk mewujudkan hal ini. (sejak dari pertama kali manusia jatuh dalam dosa Allah kehilangan manusia). Bahkan Anaknya yang tunggal DIA relakan untuk diserahkan mati di atas kayu salib bagi penebusan dosa manusia. Inilah yang menjadi tujuan Allah mengerjakan panggilannya dalam hidup kita. Bahwa kita dipanggil untuk memiliki kembali hubungan yang telah terputus dengan TUHAN.
Oleh karena membangun hubungan (fellowship) kita dengan Tuhan menjadi prioritas bagi Allah maka, kemerdekaan atau kebebasan yang diberikan kepada kita menjadi hal yang utama. Kemerdekaan atau kebebasan menurut sudut pandang Allah adalah KITA BEBAS MERDEKA BERHUBUNGAN DENGAN ALLAH SECARA PRIBADI. Tidak ada sesuatupun yang dapat menghalangi kita untuk kita berhubungan dengan Allah. Itulah makna dari kemerdekaan menurut Tuhan.

“Kristus Yesus, yang telah mati ? bahkan lebih lagi yang telah bangkit , yang juga duduk disebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita ?
penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang ?
Seperti ada tertulis : “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh DIA yang telah mengasihi kita.
Sebabaku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan dating, atau kuasa-kuasa baik yang di atas, maupun yang di bawah ataupun sesuatu mahluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8:34-39 Tuhan Memberkati.

Informasi Program Griya Pemulihan Ministry

Selasa, 2 September 2014
Pukul 21.00 WIB
Siaran Radio On Air – Di Radio Sasando Yogyakarta, Indonesia
Frekuensi 90.3 FM Siaran Radio
Siaran “Obrolan Seputar Hidup”
Topik “Mempertahankan Kemerdekaan (Kebebasan) Hidup”
Via Streaming :
Ketik www.jogjastreamers.com
Pilih Sasando.
Selamat mendengarkan. Tuhan Memberkati.
Alami kemerdekaan (kebebasan) hidup anda melalui program ini

Liputan Kegiatan GPM Retreat PT. Chevron Indonesia

Griya Pemulihan MinistryDi awal minggu ke dua bulan Agustus tepatnya,  tanggal  9 – 10 Agustus  2014

Tim Griya Pemulihan Ministry berkese
mpatan untuk dipercaya sebagai pelaksana dari penyelenggaraan  “Retreat  Tahunan  dari  PT. Chevron Indonesia”  yang bertempat di 3 G Resort daerah  Gadok, Ciawi, Bogor, Jawa Barat

Bertema  “Menjadi Terang dan Garam Dunia”  acara tersebut memiliki dua target sasaran yang akan diraih. Yaitu “Kelompok Dewasa” dan  “Kelompok Anak-anak”

Acara dikemas oleh tim Kreatif Griya Pemulihan Ministry dalam bentuk Seminar, Talk Show, dan games-games yang menarik…

Berangkat dengan kekuatan tim 10 orang  (sesuai dengan kesepakatan tim GPM dan PT. Chevron Indonesia) yang diketua oleh bapak Pulung sebagai ketua tim ibu Debora sebagai penghubung tim GPM dan PT. Chevron Indonesia. bapak Titis dan ibu Erina sebagai tim kreatif  serta ibu Susi, ibu Nani, sdri Niken bertanggung jawab atas akomodasi tim, ibu Tanti, di perlengkapan dan  sdr Jon (tim GPM Jakarta) yang ngurusin musik. Pak Paulus sebagai pembicara dalam seminar dan  talk show

Dengan menggunakan kendaraaan Hino long chasis kapasitas 18 orang, tim Griya Pemulihan harus menyiasati semua peralatan games dan outbond supaya dapat terangkut semua. Akhirnya dengan terpaksa 2 kursi harus dilepas…

Jum’at  8 Agustus 2014 …. Pukul 18.00 wib  seluruh tim berangkat dari sekretariat GPMTim Griya Pemulihan Ministry bersama Panitia PT. Chevron dengan prediksi pagi hari tanggal 9 Agustus 2014 jam 07.00 WIB sudah tiba dilokasi.

Diluar dugaan jalan yang kami lalui ternyata macet luar biasa. Bahkan ketika kami tiba di Puncak pas ternyata jalur puncak sudah ditutup satu arah. Segera kepanikan meliputi kami…mengingat saat itu sudah menunjukkan puku 11.00 wib sedang kan acara

Griya Pemulihan Ministrydimulai pukul 13.45 wib sesuai jadwal yang sudah disusun. Jika kami harus menunggu buka tutupnya jalur puncak berarti kami harus menunggu 3 jam lagi. Pupus harapan kami untuk dapat mencapai lokasi dan memulai acara tepat pada waktunya. Sementara telpon dari pihak panita terus berdering sejak kami berada di  Bandung  menambah suasana depresi pada tim  kami. Yang kami dapat lakukan hanya berdoa dan pasrah disertai penyembahan yang diiringi puji-pujian sejak berangkat dari audio sitim di mobil yang kami tumpangi. Mujizat masih terjadi …. Tiba-tiba Tuhan kirim tim forwarder dari pejabat pemerintah berada di samping mobil kami…tanpa berpikir dua kali, spontan kami berinisiatif minta ijin untuk dikawal. Singkat cerita kami diijinkan mengikuti rombongan pejabat tersebut. Dan tiba di lokasi tepat waktu  pukul 13.30 wib puji Tuhan…..Kalo Tuhan sudah menentukan….kami harus melayani rancanganNYA tidak pernah gagal……AminGriya Pemulihan Ministry

Griya Pemulihan MinistryGriya Pemulihan MinistryGriya Pemulihan Ministry

sex abuse - griya pemulihan

Pelecehan Masa Kecil Membuat Lina Takut Pada Suami

sex abuse - griya pemulihanTahun 1988 Lina Palar dikenalkan kepada seorang lelaki berna Eddy Palar, teman dari saudaranya. Awalnya Lina tidak merasa suka, melainkan hanya nyaman kalau berada di dekat Eddy. “Kalau lagi pergi berdua, dia sangat sopan.” Perkenalan itu kemudian berlanjut ke dalam masa pacaran selama empat tahun dan berakhir pada jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan. Continue reading

griya pemulihan - down-syndrome_2_large

Rainny: Saya Kecewa Anak Saya Down Syndrome

griya pemulihan - down-syndrome_2_largeseorang ibu yang merasa terpukul dan kecewa kepada Tuhan sebab harus menerima kenyataan bahwa putranya Aurel lahir dengan keterbelakangan fisik dan mental yang disebut dengan down syndrome. Rainny kecewa sebab Tuhan seakan memberinya beban berat yang harus ditanggung seumur hidupnya. Continue reading