Kasih Karunia

KASIH KARUNIA
Pemberian ALLAH Kepada Kita

Yohanes 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, Ia mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal”479011

Mengenali Masa dan Waktu ALLAH

MASA KASIH KARUNIA

Alkitab mengajarkan kepada kita sepanjang masa, bahwa ALLAH telah berhubungan dengan manusia dalam cara yang berbeda-beda pada waktu yang berbeda. Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama, ALLAH  membangun suatu hubungan dengan manusia (Adam dan Hawa) di Taman Eden dengan sebuah hubungan kasih yang tidak terbatas dan bersyarat. Disitu manusia tinggal bersama bersekutu dengan ALLAH, dan manusia menerima segala sesuatu yang dibutuhkan. Mulai dari kebutuhan akan fellowship (hubungan antara manusia dengan ALLAH, dan manusia dengan manusia),

Kejadian 2:18 & 1:27

  • 2:18. TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.“
  • 1:27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Kebutuhan akan kuasa (otoritas)

Kejadian 1:27

  • 1:27 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.“

Kebutuhan akan hidup (kebutuhan  pangan, papan) Kej. 1:29; 2:8.

Semua yang diterima manusia adalah Kasih Karunia ALLAH, karena mereka hidup dalam masa kasih karunia. Bahkan ketika manusia jatuh dalam dosapun ALLAH tidak memperhitungkan dosa mereka untuk melawan manusia. Masa ini berlangsung sekitar 2000 tahun.

MASA PERJANJIAN HUKUM TAURAT

Masa ALLAH memberikan Hukum Taurat untuk membatasi dosa. Umat ALLAH (orang-orang Yahudi) hanya bisa mendekati ALLAH hanya melalui sebuah sistim korban bakaran dan seorang imam. Ada beberapa hukuman keras jika melanggar hukum-hukum yang diberikan ALLAH tersebut. Dari zaman Musa sampai Yohanes Pembaptis hukum Taurat ini (dengan beberapa pengecualian) mengatur hubungan antara ALLAH dengan umat-Nya.

Matius 5:13

  • 11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes

MASA ZAMAN BARU KASIH KARUNIA

Ketika Yesus datang ke bumi, DIA membawa zaman baru…dan meskipun hukum Taurat tidak berlalu, mereka yang menaruh iman mereka dalam Yesus tidak lagi tunduk pada hukum tersebut.

Matius 5:17

  • 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Dari uraian di atas kita mendefinisikan dengan bebas arti dari kasih karunia…..yaitu kemurahan  tanpa pamrih. Hal itu berarti ALLAH telah memutuskan untuk melakukan berbagai hal untuk keuntungan kita dan tetap terus melakukannya…..tanpa  melihat apa yang telah kita lakukan dan tanpa melihat apakah kita layak untuk mendapatkannya atau tidak ! Kasih karunia meliputi keselamatan, sebuah hubungan  kekal dan intim dengan ALLAH BAPA dimana di dalamnya meliputi : pengampunan dosa, kesembuhan, kemakmuran, kelepasan dan kebenaran. Bahkan seperti yang dijelaskan oleh Petrus, ALLAH dalam kasih karunia-Nya telah memberikan kepada kita “semua hal” yang kita perlukan untuk hidup yang saleh

2 Petrus 1:2-4

  • 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.
  • 1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

Untuk mendapatkan “semua hal” bagi kehidupan kita hanya melalui pengenalan pribadi kita kepada Tuhan dan sarana kita memperoleh kasih karunia hanya dengan iman.

KASIH KARUNIA DAN IMAN

Untuk mendapatkan janji ALLAH kita memerlukan keduanya, kasih karunia penting ! Tapi jika kita hanya berfokus pada kasih karunia saja  dan tidak memperdulikan iman, kita mendapat masalah. Apa yang ALLAH sediakan melalui kasih karunia, hanya dapat diterima melalui iman. Cara hidup yang baik, berpuasa, berdoa, menjalankan sepuluh perintah

PASKAH DAN TANGGUNG JAWAB

Sejarah Paskah
Pertama kalinya peristiwa Paskah terjadi ketika ALLAH ingin membebaskan bangsa pilihannya Israel keluar dari perbudakan di tanah Mesir. Setelah mengutus Musa ALLAH memperlengkapi Musa dengan kuasa tulah dan kutuk untuk bangsa Mesir. Berbagai tulah terjadi atas bangsa Mesir itu namun seperti kita ketahui bangsa Mesir tetap tidak mengijinkan bangsa Israel keluar dari Mesir sampai akhirnya ALLAH memaksa bangsa Mesir itu dengan tulah kematian anak sulung. Hal yang menarik disini kutuk kematian anak sulung itu diberlakukan kepada semua orang baik bangsa Mesir dan bangsa Israel itu sendiri. Hanya ada sebuah pengecualian khusus bagi bangsa Isrel itu. Barang siapa yang pintu rumahnya terdapat tanda darah di ambang pintunya, maka mereka terluput dari kematian anak sulung. Malaikat maut yang melaksanakan perintah tulah tersebut akan melewati rumah-rumah yang diberi tanda darah pada pintunya. Tapi bagi rumah yang tidak memiliki tanda darah di tiap pintunya akan mendapati anak sulung mereka mati pada keesokan harinya. Itulah pertama kali peristiwa paskah terjadi. Sejak saat itu, peristiwa paskah menjadi peringatan bagi bangsa Israel sampai sekarang.
Paskah Zaman Kasih Karunia
Entah sudah berapa kali kita memperingati Paskah dalam perjalanan hidup kita. Yang pasti momen perayaan Paskah bangsa Israel menjadi sarana ALLAH menyatakan kasih-Nya atas manusia. Yesus yang telah turun ke dalam dunia sebagai manusia, menyelesaikan tugas-Nya menjelang berlangsungnya perayaan Paskah. Malam perjamuan malam terakhir menjelang kematian-Nya adalah momentum dimulainya Paskah zaman baru bagi orang yang menaruh kepercayaan mereka kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Penyaliban, penyiksaan, penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya merupakan rangkaian Paskah di zaman baru kasih karunia saat ini. Menjadi perenungan kita saat ini, apakah makna Paskah yang sesungguhnya bagi kita…? Apakah Paskah hanya sebagai sebuah perayaan seremonial yang kita peringati setiap tahun dengan hadiah-hadiah paskah yang kita sediakan ? Apakah Paskah hanya sebuah perlombaan mencari telor yang disembunyikan sebagai sarana perayaan Paskah ? Atau Paskah mempunyai makna tersendiri bagi hidup anda ?
Paskah Dan Tanggung Jawab
Tahukkah anda bahwa penderitaan-Nya, penyaliban-Nya, kematian-Nya serta kebangkitan-Nya yang kita kenal dengan Paskah saat ini, adalah suatu peristiwa sangat penting bagi setiap pengikut Yesus Kristus. Sebuah bukti kasih ALLAH pada manusia yang tidak bersyarat. Hanya oleh kasih karunia setiap manusia disediakan semua sarana untuk memperoleh janji-janji ALLAH. Petrus menuliskan dalam suratnya 2 Petrus 1:3-4 bahwa “segala sesuatu disediakan untuk hidup yang saleh”. Dan Paulus menjelaskan untuk mendapatkan akses memperoleh “segala sesuatu untuk hidup yang saleh” hanya melalui iman dalam Yesus Kristus (Roma 5:2). Dengan demikian harus kita sadari bahwa peristiwa Paskah adalah sebuah momentum untuk menentukan langkah kehidupan kita dimasa depan. Yang artinya kehidupan kita tidak berhenti dan cukup pada peristiwa Paskah saja. Yesus memberi contoh dan perintah yang sangat penting bagi murid-murid-Nya bahwa setelah penderitaan, penyaliban, kematian, dan kebangkitan-Nya yaitu Paskah yang kita alami, orang lain-pun harus juga harus mendengar dan mengalaminya. Karena Paskah disediakan bukan hanya bagi orang percaya tapi bagi semua manusia. Tetapi memang Alkitab menuliskan yang menerima dengan iman yang akan diselamatkan, disembuhkan, dipulihkan dan mengalami janji-janji ALLAH. Amanat Agung Mat 28:18-20 menjadi tanggung jawab kita yang telah menerima dan mengalami Paskah dalam hidup kita. Sudahkah kita melaksanakan tanggung jawab kita sebagai murid-murid-Nya.

SELAMAT PASKAH……..TUHAN MEMBERKATI
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”01011037

Salam Jumpa

Salam sejahtera sahabat Griya Pemulihan Ministry….

Salam jumpa kembali….setelah beberapa waktu kami tidak eksis kini kami kembali menjumpai para sahabat GPM. Pertama perkenankan kami menyampaikan permohonan maaf setelah sekian lama tidak meng-up-date web site GPM dikarenakan sdm kami yang beberapa waktu ini berhalangan untuk menangani data-data kami…..saatnya sekarang kami berbagi info seputar aktifitas dan materi-materi artikel GPM…harapan kami hal ini menjadi berkat bagi kita semua…

Salam PemulihanLS001161

Berbuat Baik….

IMG_6847Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang , tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Galatia 6:10       (Terjemahan Baru)

As we have therefore opportunity, let us do good unto all men, especially unto them who are of household of faith          Galatians 6:10 (KJV)

Itulah sebabnya sedapat mungkin kita hendaknya selalu berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada saudara-saudara seiman            Galatia 6:10 (FAYH)

Awit saka kui mumpung kita kober, ayo padha gawe becik marang wong kabeh, luwih-luwih marang sadulur-sadulur kita kang tunggal pracaya              Galati 6:10 (Alkitab Bahasa Jawa)

Karena itu setiap kali kita mempunyai kesempatan, marilah kita terus berbuat baik kepada semua orang terutama kepada saudara-saudara kita seiman.                                                   Galatia 6:10 (Terjemahan sederhana Indonesia)

Tuhan Yesus Kristus memberkati……!!!

Dua Dunia

LS001958Fakta kehidupan, sebuah kenyataan bahwa manusia mengalami sebuah proses kelahiran dan pada saatnya manusia juga mengalami kematian. Jika kita berbicara tentang kematian sebagian besar orang beranggapan kematian itu sesuatu yang menakutkan. Karena mereka menganggap kematian itu adalah akhir dari segala kehidupan manusia. Tetapi tidaklah demikian kebenaranya. Sesuadah kita mengalami kematian atau istilahnya meninggal dunia (sebenarnya tepatnya meninggalkan dunia) manusia akan mejalani kehidupan baru di dimensi yang baru yaitu dimensi dunia roh. Dimensi dunia roh berbeda jauh dengan dimensi dunia nyata. Kehidupan kita yang sesungguhnya sebenarnya justru ada di dalam dimensi roh. Namun karena kita tidak terbiasa atau belum mengenal dimensi duania roh maka hal inilah yang seringkali kita melihat kenyataan bahwa banyak orang takut menjalani kehidupan yang sesungguhnya di dalam dimensi kekekalan yang artinya siap berjalan menuju kematian.
Pembacaan kisah orang muda yang kaya dalam Kitab Matius 19:16-26 menunjukkan sebuah realita tentang adanya dua dimensi kehidupan yang harus dan akan dihadapi oleh setiap manusia. Ditilik dari cerita itu sendiri percakapan antara orang muda yang kaya saat bertemu dengan Tuhan Yesus tergambar dengan jelas bahwa ada kaitan yang kuat dan langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk menghadapi hidup dalam kekekalan. Bahwa memasuki kehidupan kekal yang kelak akan kita hadapi sangat tergantung dari apa yang kita persiapkan atau kerjakan sekarang ini. Hal itu berarti sikap prilaku, cara kita hidup (gaya hidup) kita saat ini menentukan keadaan hidup kita dimasa yang akan datang.
Jika dimasa kita hidup di dunia saat ini, seluruh eksistensi diri kita dalam menjalankan hidup masih dapat kita rubah atau tentukan sesuai dengan harapan dan cita-cita kita. Dengan bekerja keras, berusaha dan melakukan perbaikan-perbaikan cara hidup kita, kita masih dapat merubah keadaan status hidup kita, kita bisa meraih kesuksesan, keberhasilan dan semua keadan yang kita harapkan. Namun saat kita memasuki kehidupan kekekalan, keadaan kita saat itu ya…akan menjadi kedaan kita untuk selama-lamanya dan kekal. Artinya tidak bisa berbah dan dirubah oleh apapun. Taraf hidup (tingkat hidup) di dunia kekekalan seperti yang kita harapkan harus kita perjuangkan sejak kita masih hidup dalam dunia saat ini. Nasib kita di dunia kekekalan (kehidupan sesuadah kematian) ditentukan semasa kita masih hidup dalam dunia saat ini. Apakah semasa kita hidup (di dunia) kita menjalani hidup dengan membangun nilai-nilai kemuliaan ? atau kita bersikap tidak peduli pada hidup kita di masa akan datang ? Kalau memang sikap ini yang kita bangun (kita dasari) dalam menjalankan kehidupan kita bisa dipastikan kita tidak akan dapat meraih kehidupan yang lebih baik dalam kehidupan di dimensi kekekalan. Dan yang terjadi sebuah penyesalan yang tidak dapat merubah apapun. Ingat kisah Lazarus dan orang kaya (baca Lukas 16:19-31). Beberapa hal penting yang dapat kita petik dari kisah percakapan orang muda yang kaya dengan Yesus Kristus menjadi landasan untuk kita berlaku bijaksana dalam menjalani hidup kita dari sekarang sampai saatnya kita meninggalkan dunia itu menuju kehidupan kekal yang penuh dengan kemuliaan Tuhan. Sehingga apa yang kita kerjakan sekarang tidaklah menjadi kesia-siaan belaka
Catatan Penting Matius 19:16-26
1. Kesadaran akan kenyataan bahwa selain kehidupan yang kita jalani saat ini (hidup di dunia), masih ada kehidupan lain yang harus kita hadapi saat kita mengalami kematian. (Meninggalkan dunia) itulah hidup dalam kekekalan
2. Status hidup (tingkat hidup) kita di dunia yang kita hadapi saat ini berbeda jauh dengan keadan di dalam dimensi kekekalan (kehidupan setelah kematian)
3. Jika semasa hidup kita saat ini kita masih dapat merubah status hidup (tingkat hidup) kita, tidak demikian dalam kita menjalani kehidupan sesudah kematian. Tidak bisa berubah dan diubah oleh apapun
4. Status hidup (tingkat kehidupan) yang baik dan penuh dengan kemuliaan sesuai harapan kita dimasa kekekalan, sangat ditentukan oleh sikap hidup kita saat kita menjalani kehidupan sekarang.
5. Pengetahuan akan kebenaran menjadi dasar yang penting untuk bekal kita meraih hidup kekal penuh kemuliaan
6. Menjalankan kewajiban agama (seperti orang muda yang kaya…ayat 16-20) tidak cukup untuk dapat meraih hidup kekal yang penuh dengan kemuliaan.
7. Sikap hati yang benar dan didasari pengetahuan tetang kebenaran adalah sarana yang menentukan kita untuk meraih hidup kekal penuh kemuliaan
8. Sikap hati yang benar adalah sebuah tindakan yang dikerjakan dengan kesadaran penuh akan kebenaran untuk meletakkan ketergantungan hati kita kepada Tuhan sepenuhnya tanpa sedikitpun berharap kepada yang lain selain Tuhan. (motivasi yang benar)
Hal-hal inilah yang membuat kita mampu menjalani hidup kita sekarang dengan sebuah pengharapan yang besar dan benar untuk mempersiapkan kehidupan kekal kita tanpa sedikitpun beban yang kita pikul dalam menjalani kehidupan ini. Dan sesuatu yang pasti akan terjadi, harapan kita memiliki hidup lebih baik dalam kehidupan sekarang dan kehidupan yang penuh kemuliaan diwaktu yang akan datang akan segera terwujud…Amin Tuhan memberkati

LS001899

Makanan roh 18 Oktober 2014

Tubuhku adalah Bait Allah yang didiami Roh Kudus, yang telah ditebus , disucikan dan dikuduskan oleh darah Yesus.
Anggota tubuhku, yaitu seluruh bagian tubuhku merupakan senjata kebenaran, yang sudah kuserahkan kepadaNya, demi kemuliaanNya.
Tak ada tempat bagi iblis dalam diriku dan ia tak berkuasa atas diriku, karena tak ada tuntutan perkaranya yang belum diselesaikan.
Semua tuntutannya telah diselesaikannya secara tuntas oleh darah Yesus.
Aku mengalahkan iblis dengan darah anak domba dan dengan perkataan kesaksianku dan aku tidak mengasihi nyawaku sampai kedalam maut.
Tubuhku adalah untuk Tuhan dan Tuhan adalah untuk tubuhku.

(1 Kor 6:19, Ef 1:7, Ibr 13:12, Rom 6:13, Rom 8:33-34, Why 12:1, 1 Kor 6:13)

4.1.1

Morning Prayer

LS00824117 Oktober 2014, Hadir : 9 Orang

Mazmur :
Mzm 133:1-3 Persaudaraan Yang Rukun
Sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion.
Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Alkitab Terjemahan Baru)

Psalm 133:1-3 A Song of degrees of Dsavid
Behold, how good and how pleasent it is for brethren to dwell together in unity
It is like precious ointment upon a head, that ran down upon the beard, even Aaron’s beard; that went down to the skirts of his garments;
As the dew of Hermon, and as the dew that descended upon the mountains of Zion; for these the LORD commanded the blessing, even life for everymore. (KJV)

Mzm 133:1-3
Betapa mengagumkan dan betapa menyenangkan apabila kaum keluarga hidup dalam kerukunan.
Karena kerukunan sama berharganya seperti minyak pengurapan yang harum semerbak, yang dicurahkan ke atas kepala Harun, lalu mengalir ke janggutnya dan pinggiran jubahnya.
Kerukunan menyegarkan seperti embun di gunung Hermon, di atas pegunungan Israel. Dan kepada Yerusalem Allah telah mengaruniakan berkat yang kekal ini; Kehidupan untuk selama-lamanya. (FAYH)

Mzm 133:1-3 Pasaduluran kang rukun
Kidung jiyarah anggitane Prabu Daud.
Saiba prayoga lan endahe, menawa para sadulur kang manggon saomah pada rukun.
Iku kaya lenga jebad adi ana ing sairah kang ndlewer marang jenggot, kang ndlewer jenggote Imam Harun lan marang guloning jubahe.
Kayadene ebune gunung Hermon kang mudhun ing gunung-gunung Sion.
Awit iya ana kono Pangeran Yehuwah anggone ndhawuhake berkah lan urip nganti ing salawase (Alkitab Bahasa Jawa)

Message : 1 Tesalonika 5: 12-22

Makanan roh 17 Oktober 2014

Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan sebagai pahlawan yang memberi kemenangan, Ia bergirang karena eangkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak karena engkau dengan sorak sorai, seperti pada hari pertemuan raya'” Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engaku tidak lagi menanggung cela. Zefanya 3:17-18 (Alkitab Terjemahan Baru)

The Lord thy God in the midst of thee is mighty; he will save; he will rejoice over thee with joy; he will rest in his love; he will joy over thee with singing. I will gather them that are sorrowfull for solemn assembly, who are of thee, to whom the reproach of it was a burden Zephaniah 3:17-18 (KJV)

Karena Tuhan Allahmu telah tiba untuk diam diantara kamu. Dialah Juruselamat yang perkasa. Ia akan memberi kamu kemenangan. Ia akan bersukacita atas kamu dengan riang gembira. Ia akan mengasihi kamu dan tidak akan mendakwa kamu. “Apakah yang aku dengar itu suara paduan suara yang meriah? Bukan, melainkan TUHAN sendiri yang sedang beriang gembira karena kamu dengan sebuah lagu yang membahagiakan, begini: “Aku telah mengumpulkan orang-orangmu yang luka dan menghilangkan celamu Zefanya 3:17-18 (FAYH)

Pangeran Yehuwah Allahmu ana ing tengahmu, bakal jumeneng dadi pahlawan kang paring kaunggulan; banget karenan ing galih marga saka kowe, Panjenengane nganyarake kowe ana ing sihe, kanti sumyak anggone sukarena ing ngatase kowe, kaya ing dina parepatangedhe.” “Ingsun bakal nyingkirake kasangsaran saka ing sira, satemah sira ora bakal nandhang pamada maneh Zefanya 3:17-18 (Alkitab Bahasa Jawa)

img_mouseover3

 

Artikel Pengajaran Sekolah Kehidupan (School of Life)

LS001161Freedom (Kemerdekaan)

Setiap insan manusia ingin hidupnya mengalami kemerdekaan (kebebasan). Pengertian dari kemerdekaan (kebebasan) itu sendiri memiliki makna yang berbeda-beda. Masing-masing orang dapat mengartikan makna kemerdekaan atau kebebasan menurut pemahamannya sendiri-sendiri
Biasanya kemerdekaan atau kebebasan menurut kebanyakan orang pada umumnya selalu dikaitkan dengan suatu kebutuhan dari masing-masing pihak.
Sebagai contoh saya mengenal seseorang yang mempunyai suatu masalah dalam hidupnya berkaitan dengan persoalan keuangan yaitu hutang. Continue reading

Informasi Program Griya Pemulihan Ministry

Selasa, 2 September 2014
Pukul 21.00 WIB
Siaran Radio On Air – Di Radio Sasando Yogyakarta, Indonesia
Frekuensi 90.3 FM Siaran Radio
Siaran “Obrolan Seputar Hidup”
Topik “Mempertahankan Kemerdekaan (Kebebasan) Hidup”
Via Streaming :
Ketik www.jogjastreamers.com
Pilih Sasando.
Selamat mendengarkan. Tuhan Memberkati.
Alami kemerdekaan (kebebasan) hidup anda melalui program ini